ApabilaAnda tinggal atau seorang warga dari daerah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jogjakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, Sumatera
ProtesAksi Tabrak KRI Tjiptadi 381, Kemlu Panggil Dubes Vietnam A A A JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengaku telah memanggil pihak Kedutaan Besar
Kapalmilik Vietnam itu ditangkap di perairan Natuna Utara, Kepri, hari ini. detikNews Rabu, 15 Des 2021 16:05 WIB Sengketa Laut Natuna Utara, Massa Demo di Kedubes RRC. Massa Forum Cinta Tanah Air demo Kedubes China di Jakarta. Mereka memprotes klaim RRC atas Laut Natuna Utara. Dalam aksi itu, massa menginjak-injak bendera RRC.
cash. Jakarta - Kementerian Luar Negeri Kemlu sudah memanggil pejabat Kedubes Vietnam menyusul insiden kapal perikanan Vietnam yang sengaja menabrakkan diri ke KRI Tjiptadi-381 di Natuna Utara. Secara resmi, Kemlu sudah menyampaikan protesnya."Pagi tadi Kementerian Luar Negeri telah memanggil wakil dari kedubes Vietnam di Jakarta dan menyampaikan protes Indonesia atas kejadian yang terjadi kemarin. Kementerian Luar Negeri menunggu laporan lengkap atas kejadian tersebut dari panglima TNI untuk kita jadikan dasar dalam penyelesaian masalah ini dengan pemerintah Vietnam," ujar Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Senin 29/4/2019. Kemlu yang mewakili pemerintah RI menyesalkan peristiwa tersebut. Apalagi, kapal pengawas perikanan Vietnam itu juga memprovokasi kapal TNI AL karena telah menangkap kapal Vietnam BD 979 yang sedang melakukan penangkapan ikan secara ilegal. Jubir Kemlu Arrmanatha C Nasir. Foto Zakia Lilland/detikcom"Indonesia sangat menyesalkan kejadian yang terjadi antara kapal dinas perikanan Vietnam dan KRI Tjiptadi-381 yang terjadi kemarin di perairan antara Indonesia dan Vietnam. Intinya bahwa tindakan yang dilakukan oleh kapal dinas Vietnam itu sangat membahayakan personel baik dari KRI maupun dari kapal Vietnam itu sendiri. Dan selain itu, tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kapal dinas Vietnam itu melanggar hukum internasional," kata menindaklanjuti insiden tersebut, Kemlu menunggu laporan resmi dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto."Kementerian Luar Negeri menunggu laporan lengkap dari Panglima TNI terkait kejadian tersebut, yang akan menjadi dasar bagi Pemerintah Indonesia untuk menindaklanjuti masalah ini dengan Pemerintah Vietnam," kata viral video yang memperlihatkan KRI Tjiptadi-381, ditabrak oleh kapal Vietnam di Laut Natuna Utara, beredar di media sosial. Yudo Margono mengatakan kejadian bermula saat KRI Tjiptadi-381 melakukan penegakan hukum terhadap kapal ikan Vietnam BD 979 yang sedang melakukan penangkapan ikan secara itu dilaporkan terjadi di perairan Indonesia tepatnya di Laut Natuna Utara pada Sabtu 27/4 pukul WIB. Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono mengatakan, pihak Vietnam juga mengklaim perairan tersebut adalah wilayah Juga "Kapal Vietnam Tabrak KRI Tjiptadi-381 di Laut Natuna Utara"[GambasVideo 20detik] dkp/imk
JAKARTA, - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri sudah melayangkan protes terhadap Pemerintah Vietnam terkait insiden yang terjadi di Perairan Natuna, baru-baru ini. Kapal pengawas perikanan Vietnam memprovokasi KRI Tjiptadi-381 yang sedang melakukan penegakkan hukum terhadap kapal ikan Vietnam yang mengambil ikan di Perairan Indonesia. Bahkan, kapal otoritas Vietnam menabrakkan badannya ke KRI Tjiptadi-381 milik TNI Angkatan Laut."Kementerian Luar Negeri telah memanggil wakil dari Kedutaan Besar Vietnam di Jakarta dan menyampaikan protes Indonesia atas kejadian yang terjadi kemarin," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Ruang Palapa, Senin 29/4/2019. Baca juga Polisi Sempat Dihadang Coast Guard Vietnam saat Amankan 2 Kapal Pencuri Ikan di Natuna Pemerintah Indonesia sangat menyesalkan kejadian itu. Alasannya,tindakan kapal pengawas perikanan Vietnam itu sangat membahayakan awaknya sendiri maupun awak kapal perang Indonesia. "Selain itu, tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kapal dinas Vietnam itu melanggar hukum internasional," ujar Arrmanatha. Ia berharap, protes tersebut benar-benar dihiraukan Pemerintah Vietnam agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang. Sebelumnya, beredar cuplikan video adegan insiden antara kapal sipil Vitnam dengan KRI Tjiptadi-381, kapal perang korvet TNI AL dari kelas Parchim. Dikutip dari Antara, Markas Besar Komando Armada I TNI AL memberi pernyataan resmi bahwa peristiwa itu benar terjadi di ZEE Indonesia dan ada aksi provokasi dari kapal berbendera Vietnam itu. Baca juga KRI Ditabrak Kapal Vietnam, Wiranto Tunggu Laporan dari TNI AL Panglima Komando Armada I TNI AL Laksamana Muda TNI Yudo Margono, Minggu 28/4/2019, menyatakan, kejadian atau insiden itu terjadi pada pukul WIB Sabtu 27/4, dan lokasi kejadian di Laut Natuna Utara, di dalam wilayah ZEE Indonesia. Ia mengurai kronologi singkat kejadian itu, yaitu bermula saat KRI Tjiptadi-381 melaksanakan operasi penegakan hukum di ZEE Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara terhadap kapal ikan asing berbendera Vietnam bernomor lambung BD 979. Kapal yang sedang mencuri ikan kemudian ditangkap komandan KRI Tjiptadi. Ternyata, kapal ikan tersebut dikawal kapal Pengawas Perikanan Vietnam. Kapal pengawal itu berusaha menghalangi proses penegakan hukum oleh personel TNI AL di KRI Tjiptadi-381, dengan cara memprovokasi hingga gangguan fisik dengan cara menabrakkan badan kapalnya ke KRI Tjiptadi-381. Menurut Komando Armada I TNI AL, lokasi kejadian itu ada di wilayah ZEE nasional, sehingga tindakan penangkapan kapal ikan ilegal itu oleh KRI Tjiptadi-38 sudah benar dan sesuai prosedur. Baca juga Ketua DPR Puji Kesabaran TNI AL Hadapi Provokasi Kapal Vietnam Namun pada sisi lain, pihak Vietnam juga mengklaim wilayah itu merupakan perairan Vietnam. Akibat dari provokasi kapal Pengawas Perikanan Vietnam bernomor lambung KN 264 dan KN 23 dengan cara menabrak lambung kiri KRI Tjiptadi-381 dan telah menghadang serta menabrak lambung kiri buritan kapal ikan ilegal bernomor lambung BD 979 yang sedang ditunda KRI Tjiptadi-381, kapal ikan ilegal Vietnam itu bocor dan tenggelam. Untuk selanjutnya, ABK kapal ikan ilegal Vietnam yang berjumlah 12 orang ditahan dan dibawa ke geladak KRI Tjiptadi-381, namun dua ABK yang berada di atas kapal ikan itu berhasil melompat ke laut dan ditolong salah satu kapal Pengawas Perikanan Vietnam. Selanjutnya ke-12 ABK kapal ikan ilegal Vietnam dibawa dan akan diserahkan ke Pangkalan TNI AL Ranai guna proses hukum selanjutnya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
JAKARTA, – Setelah Jepang akan memulangkan warga negaranya dari Indonesia, kali ini kabar tersebut juga akan dilalukan Vietnam. Dalam situs resmi kedutaan Vietnam, Kedutan Besar Kedubes Vietnam untuk Indonesia sedang berkoordinasi dengan instansi terkait penerbangan yang akan digunakan untuk memulangkan warga negaranya.“Kedutaan Besar Vietnam di Indonesia Kedubes telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk sukses menyelenggarakan sejumlah penerbangan untuk membawa pulang warga negara Vietnam dalam status prioritas di Indonesia,” tulis situs Kedutaan Besar Vietnam yang dikutip Jumat 16/7.Warga negara Vietnam di Indonesia, direkomendasikan untuk mengisi formulir yang sudah disediakan. Batas waktu yang diberikan, hanya samapai tanggal 23 Juli 2021. Kebijakan tersebut, diperuntukkan bagi warga negara Vietnam dalam kategori khusus.“Hanya warga negara yang berada dalam kategori prioritas dan memiliki kebutuhan yang nyata untuk kembali ke negara asalnya yang akan mendaftar dan bertanggung jawab,” lanju tulis kedutaan Vietnam di itu, disebutkan pula bahwa setiap warga negara tidak mendaftar lebih dari sekali untuk menghindari kesalahan dalam pendataan. “Harap berikan informasi yang akurat, termasuk alamat email dan nomor telepon untuk Kedutaan Besar dan maskapai penerbangan untuk dihubungi secara langsung bila diperlukan,” saat ini belum keterangan dari pihak Kedutaan Besar Vietnam, alasan memfasilitasi pemulangan warganya dari Indonesia.
kedubes vietnam di jakarta